Wednesday, July 16, 2008

Cadangan Migas Bertambah

Saya kutip dari Media Indonesia, Lintas ekonomi, 09 Juli 2008

CADANGAN minyak Indonesia diperkirakan bertambah 35 juta barel. Angka itu berdasarkan hasil eksplorasi migas sepanjang 2007. "Hasil eksplorasi 2007, menghasilkan temuan tambahan cadangan sebesar 35 juta barel minyak. Juga ditemukan cadangan gas 40 TCF (triliun kaki kubik)," ujar Deputi Perencanaan BP Migas Achmad Lutfi, kemarin.

Ia menjelaskan, temuan tersebut belum termasuk 45 juta barel minyak yang masih menjadi discovery. Sehingga, diperkirakan total tambahan cadangan minyak nasional mencapai 80 juta barel. Dalam proses eksplorasi, sepanjang 2007, dilakukan pengeboran 73 sumur. Terdiri dari 54 sumur taruhan (wild cat) dan 17 sumur deliniasi (sumur lanjutan). "Dari 54 sumur taruhan tersebut, ada sekitar 35 sumur yang sudah put on production (PoP)," tutur Lutfi. PoP merupakan produksi yang langsung dilakukan begitu sumur dibor. Ia kemudian memaparkan, tambahan cadangan minyak Indonesia berasal dari lapangan Mengopeh Selatan (Pearl Oil), RDU-A (Randegan Utara Pertamina), Kaju-1 Sumatera (Medco), Sihangat-1 (Chevron Sumatera). "Kelima lapangan ini menambah cadangan minyak 35 juta barel. Sementara tambahan 40 juta barel tambahan cadangan minyak ditemukan dari 17 sumur deliniasi," paparnya.

-------------------------------------------------
Pertama, mari bersyukur dulu ada kenaikan, tapi tentu perlu kerja lebih keras lagi supaya naiknya jadi banyak gitu. Saya teringat wawancara Pak Hilmi Panigoro di salah satu media, dia bilang: “kita butuh satu cepu per tahun”. Idealnya sich seperti itu. Namun kalau melihat trend tambahan cadang per tahun, sepertinya kok agak berat ya, apalagi kalau nggak ada terobosan yang berarti.

Berikut saya plot tambahan cadangan dari hasil eksplorasi per tahun (data ini saya peroleh dari IHS Energy), saya tidak tahu apakah sama persis dengan data di Ditjen Migas dan BPMigas. Seyogyanya sich, nggak meleset2 amat, karena IHS Energy ini konsultan kaliber international
.

Apakah cita2 Pak Hilmi (dan maunya kita juga tentunya) bisa dicapai?. Karena maunya tambahan satu cepu per tahun, tentu tergantung berapa sich cadangan cepu itu?, kalau 350 MMBBL, kelihatanya berat. Kalau dibawah itu? Ya (tetap) berat juga. Perlu terobosan dalam banyak hal: regulasi, kepastian investor, law enforcement dan lain lain.

Sayang sekali sekarang hampir semua energi komunitas orang migas terkuras mengurusi kenaikan cost recovery, seperti sering saya bahas, me-manage cost recovery penting, menangkap oknum yang mark-up wajib hukumnya. Tapi iklim investasi kondusif tetap perlu dibangun, saya khawatir kalau terlalu overlooked dengan hal itu, urusan yang penting spt kinerja eksplorasi jadi kurang optimal.

4 comments:

Hendra T said...

Selamat malam (waktu Indonesia) pak Benny.........saya Hendra.....saya kuliah di Petroleum Engineering UPN "Veteran" Yogyakarta....saya sekarang masuk semester V......kalau Tuhan berkenan, saya tahun depan udah ngambil komprehensif....saya sangat tertarik dengan petroleum economic pak....rencanya saya pengen nulis tentang petroleum economic....apakah bapak bisa membantu saya untuk belajar petroleum economic?saya butuh penjelasan bapak tentang analisa keekonomian oil/gas berdasarkan tahapan perolehan data.....email saya : hendra.tahulending@gmail.com....bisa minta alamat emailnya pak?terima kasih atas bantuannya....thank you...God bless you and family....

Benny Lubiantara said...

Halo Hendra, email saya di:
blubiantara@yahoo.com

info said...

pak Benny, saya mohon info mengenai Hak dan Kewajiban anggota2 OPEC...
dan apakah Indonesia merasa keberatan dengan salah satu kewajiban sbg anggota sehingga kluar dari OPEC??

lalu, apa tindakan pemerintah pasca fluktuasi harga minyak dunia(ketika indo di OPEC)?? terutama yang bermanfaat bagi Indo

Benny Lubiantara said...

Mungkin bisa dilihat di webiste OPEC:
http://www.opec.org/library/opec%20statute/pdf/os.pdf

Salah satunya RI merasa berat bayar iuran tahunan yang relatif mahal. Tapi utamanya: karena RI sudah net importir. Dengan posisi spt itu, tentu kepentingan sudah berbeda dengan negara eksportir.

Fluktuasi harga minyak diluar kendali OPEC, terlalu banyak faktor yang menyebabkan harga minyak turun/naik, lihat posting saya tentang harga minyak. Jadi harga minyak akan terus berfluktuasi... tetap didalam (anggota) atau diluar OPEC, tidak ada pengaruhnya dalam hal fluktuasi harga minyak.