Wednesday, May 25, 2011

Norwegia – Sistem fiskal migas yang sederhana

Norwegia termasuk negara produsen besar diluar negara negara OPEC. Sebagaimana negara industri yang juga produsen minyak (misal: UK, Kanada, Amerika), Norwegia hanya mengenal model konsesi. Dari awal, untuk memperoleh porsi pemerintah dari industri migas, Norwegia memang hanya menggunakan sistem perpajakan mereka yang secara administrasi sudah canggih, penggunaan PSC dianggap tidak diperlukan.

Walaupun menggunakan konsesi dan bagian pemerintah hanya diperoleh dari pajak (tidak ada signature bonus, sementara royalti tidak dikenakan lagi dan berakhir sejak tahun 2005 ), namun besarnya bagian pemerintah atau Government Take termasuk tinggi. Pajak pendapatan sebesar 28%, ditambah pajak lain, yaitu: pajak perminyakan spesial (Special Petroleum Tax) sebesar 50% dari laba bersih. Dengan demikian marginal tax rate= 78%. Di tingkat mancanegara, Government take sebesar ini termasuk kategori tinggi, apalagi apabila dibandingkan dengan blok atau lapangan migas di negara lain yang menggunakan model konsesi.

Bagi investor, walaupun government take cukup tinggi, namun sistem konsesi Norwegia ini dianggap “neutral” karena elemen bagian pemerintah diperoleh dari pajak. Tidak seperti royalti yang dikenakan terhadap pendapatan kotor (gross revenue), pajak dikenakan terhadap keuntungan bersih (net income) , sistem seperti ini dikenal dengan "back-end loaded", yang cenderung lebih disukai investor.

Timbul pertanyaan, mengapa sistem fiskal yang begitu sederhana dapat berjalan dengan baik?. Farouk Al-Kasim, mantan penasehat menteri industri dan mantan direktur di direktorat perminyakan, Norwegia dalam bukunya menyebutkan bahwa kesederhanaan kerangka fiskal untuk industri migas di Norwegia ini dapat berjalan dengan baik, tidak terlepas dari kenyataan bahwa sistem tata kelola negara (good governance) yang sudah maju. Farouk menambahkan, tiga faktor yang juga mendukung adalah tradisi lama disana, seperti: keterbukaan (openness), integritas dan transparansi.

Referensi:

1. Svalheim, Stig, Petroleum Fiscal System, PPM Workshop, 2005

2. Al-Kasim, Farouk, Managing Petroleum Resources – The Norwegian Model in a Broad Perspective, Oxford Institute for Energy Studies, 2006

5 comments:

nila said...

Halo Pak Benny,

Namaku Nila. Seneng banget ada blog yang Pak Benny buat ini. :)Aku sedang dalam proses utk membuat tesis tapi masih bingung topiknya. Pengen sih ttg oil and gas. Melihat post Pak Benny ttg Norwegian model ini jadi tertarik karena kebetulan aku bekerja di Norwegian Oil and Gas company. Tertarik juga sih membandingkan dgn Indonesian model, mana yg lebih menguntungkan untuk kita.
Ada referensi buku2 yang bagus untuk aku baca Pak?

Keep posting2 ya Pak, sangat berguna :)

Rgds
Nila

Benny Lubiantara said...

Halo juga Nila,

Buku bagus sich banyak, saya pernah list di blog:

http://ekonomi-migas.blogspot.com/2008/03/buku-referensi-petroleum-contract.html


Bisa juga cari yang gratis di internet, misal:

http://siteresources.worldbank.org/INTOGMC/Resources/fiscal_systems_for_hydrocarbons.pdf


Untuk Norwegia, karena ada kerjasama workshop dengan negara ASioa Pasic: PPM workshop, bisa dilihat di website mereka:

http://www.ccop.or.th/ppm/ccop_wrksh1.asp

Bahannya workshop bisa di download, umumnya di setiap workshop ada bahan kursus dari pakar pakar / profesor dari Norwegia. tentang fiskal secara umum maupun untuk kasu Norway.

Kalau mau belajar detail sejarah dan perkambangan migas Norway, bisa baca buku Farouk al kasim, yang saya taruh di referensi.

Salam,
Benny

nila said...

Wow, Pak Benny emang oke banget...
Selain sgb sumber info yg oke, reply juga oke cepetnya hehehe...

Oke Pak, aku akan searching2 di sumber yang Pak Benny sebutkan di atas...

Jangan bosen ya Pak kalau saya tanya2 lagi :)

Rgds
nila

nila said...

Dear Pak Benny,

Pak, tolong kasih saya pencerahan ya :). Saya ingin buat tesis yg me-review ttg kontrak migas di Indonesia krn yg aku tau produksi minyak kita kan terus menurun. aku ingin cari tau dan analize apa yg salah? adakah yg dpt kita lakukan utk menaikkan produksi, menambah gov entitlement tapi juga tetap menarik bagi investor.
Boleh kasih pencerahan harus mulai darimana dan bahan referensi nya Pak? trims -nila-

PT Dwipa Citraperkasa said...

“A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry”

As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless.