Thursday, May 08, 2008

Indonesia dan OPEC

Hari hari ini cukup ramai mengenai wacana kemungkinan RI akan keluar dari OPEC, apalagi statement ini langsung dari Presiden SBY, tentu ini pertimbangan yang serius. Pro Kontra selalu ada, ada yang mendukung tetap di OPEC dengan alasan privilege atau kemudahan akses untuk membeli crude dari anggota OPEC (kerennya: energy security), akses to market development, studies, kerjasama bisnis, etc. Sebaliknya, ada juga yang concern dengan biaya anggota yang kemahalan, begitu pula dengan kenyataan status kita yang net importir.

Di Sekretariat sinipun, walaupun ini bukan isu baru, banyak juga kolega disini menanyakan kabar ini, dan mereka pada umumnya menyayangkan kalau RI mau keluar, mengingat persaudaraan OPEC ini cukup kuat, walaupun tentunya kadang kadang punya kepentingan yang beda beda. (Sebagai contoh kasus yang sedang hangat, ExxonMobil dengan Venezuela. OPEC secara tegas menyatakan dukungannya kepada Venezuela seperti dimuat pada press release penutupan konferensi bulan Maret 2008, ini salah satu bentuk solidaritas..).

Bagaimana pengaruhnya ke OPEC (kalau RI keluar)? peranan OPEC yang semakin disegani tentu tak akan berkurang, semakin banyak negara konsumen besar (OECD countries), India dan China yang ingin bekerjasama dengan OPEC, Uni Eropa juga berusaha menjalin hubungan yang akrab dengan OPEC dengan agenda pertemuan rutin tahunannya. OPEC kelihatannya akan semakin berkibar. Namun (kalau RI keluar), saya kira OPEC juga akan merasa kehilangan peran RI yang selama ini selalu jadi penengah ("faktor penyeimbang") dari kubu kubu yang ekstrim, RI juga satunya negara anggota dari Asia Pasific, etc..

Saya menahan diri untuk tidak ikut memberi komentar lebih jauh mana yang lebih baik (karena takutnya nanti akan jadi bias..). Silahkan saja dicari solusi yang terbaik, dengan mempertimbangkan segala aspek untung dan ruginya. Mudah mudahan apa yang akan diputuskan nantinya, itulah yang terbaik bagi negara kita...

1 comment:

Farid Hadiaman said...

Pak Beni,
Kalau membaca tulisannya Pak Beni, rugi dong ya Indonesia keluar. Pak Beni emang di OPEC bagian apa ya ?