Tuesday, January 23, 2007

Definisi Baru SPE

Hari Jumat tanggal 19 Januari ada workshop di kantor, yaitu workshop dengan SPE (Society of Petroleum Engineers) yang membahas mengenai “New SPE Petroleum Reserves and Resources Classification, Definitions and Guidelines”. Dari SPE yang presentasi dua orang, yaitu: Bernard Seiller, mantan ketua OGRC, yang juga Deputy VP Field Reserves Development TOTAL dan John Ritter, ketua SPE - Oil and Gas Reserves Committee (OGRC) yang juga Senior Director, Worldwide Reserves, Occidental Petroleum. Bernard presentasi mengenai: SPE Reserves Definitions Historical Perspective and Usage sementara John presentasi mengenai: 2007 Proposed Reserve and Definitions. Dari Sekretariat ada juga kolega saya yang presentasi.

Definisi SPE ini mengalami evolusi, mulai definisi mengenai cadangan oleh SPE tahun 1987, kemudian tahun 1997 bersama WPC (World Petroleum Congress), tahun 2000 dan 2001 bertambah dengan bergabungnya AAPG (American Association of Petroleum Geologist), keluarlah: 2001 SPE/WPC/AAPG Guidelines for the Evaluation of Petroleum Reserves and Resources, kemudian tahun 2005 muncul 2005 SPE/WPC/AAPG Glossary of Terms. Nah yang dibahas ini adalah: 2007 SPE/WPC/AAPG/SPEE Petroleum Reserves and Resources Classification, Definitions and Guidelines yang rencana akan dikeluarkan Maret tahun ini.

Apa yang direvisi?, ada 3 hal, lihat slide presentasi John dibawah*): Pertama, sistemnya sekarang menjadi "project based", kedua, ada sumbu klasifikasi dan kategorisasi (akan diterangan pada slide berikutnya) dan ketiga, masalah "base case" bahwasanya base case ini menggunakan perkiraan evaluator mengenai kondisi yang akan datang.

Sekarang kita ulas apa yang dimaksud dengan "project based system" , lihat slide dibawah *): Sistem SPE sekarang berdasarkan proyek, ada 3 elemen yaitu: Reservoir, Project dan Property (Lease). Kita lihat satu satu, Pertama, Reservoir adalah “basic resource entity” dimana kita memperkirakan berapa volume “cadangannya”, atau istilahnya “in-place volumes”. Kedua, Project adalah “basic entity” untung “tracking" investasi, produksi dan arus kas. Kita investasi proyek tentunya untuk memproduksi sejumlah kuantitas dari reservoir. Proyek disini meliputi aktivitas ekstraksi dan proses yang diperlukan sebelum dikirim ke pasar (konsumen). Ketiga adalah Property (or lease), ini urusannya dengan kepemilikan asset (ownership) dan kaitannya dengan model kontrak perminyakannya.

Satu proyek bisa terdiri dari satu atau beberapa reservoir, begitu pula sebaliknya, satu reservoir, bisa terdiri dari beberapa proyek. Biasanya dalam tahapan yang berbeda, misalnya proyek pada tahap primary recovery kemudian diikuti oleh proyek proyek enhanced oil recovery (EOR). Jadi kita "mengangkat sejumlah kuantitas cadangan" (disini saya mencoba menterjemahkan "recoverable quantities" dalam bahasa awam) dari suatu proyek, yang menjadi dasar sistem klasifikasi baru yang diajukan ini.

Team OGRC yang menyusun revisi ini (tentunya berdasarkan masukan dari banyak pihak), melihat bahwa sistem yang ada ini harus secara jelas memisahkan antara “klasifikasi” dan “kategorisasi” - lihat slide dibawah*). Klasifikasi (panah sumbu vertikal) mengacu kepada peluang suatu proyek akan menghasilkan penemuan (discovery) yang kemudian dilanjutkan dengan peluang proyek tersebut akan dikembangkan dan diproduksikan “on production”. Sementara kategorisasi (panah sumbu horizontal) mengacu pada “technical uncertainties”, jika suatu proyek yang dilakukan pada suatu reservoir maka akan ada “range potential recovery”-nya (terus terang agak susah menterjemahkan pake bahasa awam, takut maknanya malah hilang). Nah, “range potential recovery” inilah yang di kategorisasi, tentu ini merupakan fungsi dari “petroleum initial in place” dan “recovery efficiency”, buat yang latar belakang non PE atau G&G - mohon maaf kalau istilahnya agak teknis sekali.


Prinsip ketiga (lihat slide dibawah*), bahwa “base case” adalah asumsi yang dibuat oleh si-evaluator mengenai perkiraan kondisi yang akan terjadi selama implementasi proyek atau dengan kata lain: sampai berakhirnya proyek. Asumsi tersebut meliputi: harga harga, biaya biaya, teknologi, regulasi lingkungan dan lainnya. Ini disebutnya sebagai “forecast case”.

Tentunya perusahaan akan melakukan analisa sensitivitas sebelum melakukan komitmen terhadap suatu proyek, SPE guideline menyarankan bahwa dari sekian sensitivitas itu, ada kasus dimana diasumsikan bahwa kondisi saat ini tidak berubah selama umur proyek, atau disebut juga sebagai “constant case”. Mungkin sebagian teman di perusahaan minyak menyebutnya “kondisi paling jelek”.


*) Sumber Slide2: Presentasi John Ritter, ketua SPE OGRC, 19 Januari 2007

2 comments:

Anonymous said...

Wah, bagus Ben. Bikin blog spt ini jadi bermanfaat untuk sharing idea dan saling belajar.

Keep your mind flowing, dont P&A (Plug and Abandon)...
salam.
Fahmi

koeniel said...

penting buat disebarkan pada perusahaan2 terutama yang kecil-kecil dan pemain-pemain baru (di Asia banyak tuh) karena kebanyakan belum ngerti bahwa istilah 'reserves' itu mengandung unsur economics :) banyak G&G/PE yang masih mencampur adukkan pengertian technical volumes dengan reserves atau resources :D

(certifying reserves is one of my job :)...)